Blog Archives - RDN Consulting


No more posts

December 5, 2022
WhatsApp-Image-2022-12-04-at-4.18.28-PM.jpeg

Selain gaji, biasanya seseorang akan menerima insentif atas kinerja bagusnya ketika bekerja. Memangnya, apa itu insentif? Lalu, apa tujuan diberikannya insentif dan manfaat apa saja yang bisa Anda dapatkan? Yuk, temukan jawabannya di artikel berikut.

Apa Itu Insentif?

Berdasarkan KBBI, insentif adalah tambahan penghasilan, baik berupa uang, barang, maupun dalam bentuk lainnya, yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja seseorang. Di samping itu, KBBI juga mendefinisikan insentif sebagai uang perangsang agar seseorang lebih giat bekerja.

 

Perbedaan Gaji dan Insentif

Banyak orang yang mengira gaji dan insentif adalah dua hal yang sama. Padahal insentif dan gaji adalah dua hal yang berbeda.

Jika dilihat dari definisinya saja, bisa Anda ketahui bahwa insentif berbeda dari gaji. Uang insentif adalah tambahan penghasilan—bukan penghasilan utama yang diperoleh seseorang karena hasil kerja kerasnya selama periode tertentu. 

Berdasarkan KBBI, gaji dapat didefinisikan sebagai upah kerja yang dibayarkan secara rutin. Gaji merupakan balas jasa yang diterima seseorang (umumnya dalam bentuk uang) setelah periode waktu tertentu.

Sifat gaji adalah rutin dan terikat pada periode waktu tertentu. Periode yang dimaksud misalnya seperti satu bulan, dua minggu, atau satu minggu. 

Di sisi lain, insentif biasanya hanya diberikan ketika perusahaan ingin memberikan apresiasi kepada karyawan atas kerja kerasnya. Maka dari itulah, sifat uang insentif adalah tidak tetap, alias tidak terikat dengan periode waktu tertentu. 

 

Perbedaan Kompensasi dan Insentif

Ada juga orang yang mengira bahwa kompensasi dan insentif adalah dua hal yang sama. Padahal, dua istilah ini memiliki perbedaan yang cukup kentara. 

Perbedaan kompensasi dan insentif bisa kita lihat dari definisi dua kata ini sendiri.

Dikutip dari KBBI, definisi utama kompensasi adalah ‘ganti rugi’. Meskipun KBBI juga menyebutkan bahwa kompensasi merupakan ‘imbalan berupa uang atau bukan uang yang diberikan kepada pegawai dalam organisasi/perusahaan’, kompensasi biasanya diberikan sebagai pengganti atas kerugian yang dialami karyawan selama menjalankan tugasnya. Maka dari itulah kompensasi dan insentif bisa diartikan berbeda.

Baca Juga: Memahami Kompensasi dan Jenis-jenisnya di dalam Perusahaan

 

Tujuan Pemberian Insentif

Ada beberapa tujuan pemberian insentif, yaitu:

  • Memberikan apresiasi kepada karyawan yang memiliki kinerja yang baik.
  • Meningkatkan produktivitas para karyawan.
  • Mempertahankan dan/atau meningkatkan prestasi kerja karyawan
  • Menjadi stimulus kerja bagi karyawan

Baca Juga: Perlunya Memahami Apa Itu Payroll

Manfaat Pemberian Insentif 

Setelah mengetahui apa itu insentif dan apa tujuan diberikannya insentif, Anda mungkin sudah bisa menduga apa saja manfaat yang diperoleh dari pemberian insentif.

Secara garis besar, manfaat yang diperoleh dari pemberian insentif ada dua, yaitu peningkatan kinerja karyawan dan peningkatan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

Peningkatan kinerja karyawan yang dimaksud tidak hanya dilihat dari karyawan yang menerima insentif saja. Karyawan yang tidak mendapatkan insentif pun bisa termotivasi untuk bekerja lebih produktif agar mendapatkan insentif. 

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu insentif, tujuan, dan manfaat yang bisa didapatkan perusahaan dengan memberikan insentif kepada karyawannya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!


November 30, 2022
BPJS-Loket.jpg

HFIS BPJS Kesehatan, sesuai dengan namanya, merujuk pada istilah yang berkaitan dengan layanan BPJS Kesehatan. HFIS sendiri merupakan singkatan dari Health Facilities Information System, yaitu sebuah aplikasi berbentuk situs (website) yang dibuat dengan tujuan untuk memonitor serta mencatat detail profil sebuah fasilitas kesehatan. 

Apa saja data yang tersedia di HFIS dan bagaimana cara menggunakan aplikasi ini? Pelajari caranya di artikel berikut.

 

Apa Itu HFIS BPJS?

Sebagaimana disebutkan, HFIS adalah situs (website) yang digunakan untuk menginput profil data fasilitas kesehatan serta memonitor kegiatan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tersebut. HFIS bisa diakses di alamat https://hfis.bpjs-kesehatan.go.id/hfis/

Beberapa data yang akan diinputkan faskes di HFIS BPJS Kesehatan meliputi alamat faskes, pemilik/penanggung jawab faskes, jumlah tenaga medis baik dokter maupun perawat, jumlah tenaga nonmedis, ketersediaan tempat tidur, dll.

 

Fungsi HFIS BPJS

Fungsi HFIS adalah sebagai berikut:

1. Untuk fasilitas kesehatan

Tidak hanya digunakan untuk menginput profil data sebuah faskes, HFIS dapat membantu faskes bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam rangka memberikan pelayanannya, misalnya seperti pendaftaran pasien baru maupun perujukan pasien ke faskes yang lebih tinggi. 

Selain itu, faskes juga bisa melaporkan ketersediaan kamar maupun perkembangan lain yang berkaitan dengan pasien BPJS melalui situs ini. 

2. Untuk pasien

Dari sisi pasien, HFIS BPJS Kesehatan membantu mereka untuk mengetahui ketersediaan faskes seperti RS, Puskesmas, maupun klinik di suatu wilayah. Di samping itu, pasien juga bisa mengetahui berapa ketersediaan bed di sebuah faskes melalui HFIS ini.

Baca Juga: SIPP BPJS Kesehatan: Definisi, Cara Daftar dan Manfaatnya

 

Cara Pengisian HFIS BPJS untuk Faskes

Jika Anda adalah perwakilan dari faskes yang ingin mengajukan pendaftaran faskes ke dalam sistem HFIS, inilah cara pengisian HFIS BPJS:

  1. Pertama, faskes perlu mendaftarkan lokasinya ke kantor BPJS Kesehatan terdekat/menghubungi call center BPJS.
  2. Setelah mendaftar, faskes tersebut akan menerima email berisikan username dan password untuk masuk ke sistem HFIS.
  3. Lakukan login dengan username dan password yang telah diberikan. Kemudian, isi profil dengan lengkap.
  4. Setelah semua data profil telah diisi, Anda bisa melakukan pengajuan. Data tersebut akan dianalisis dan dipelajari terlebih dahulu oleh pihak BPJS.
  5. Setelah itu, tim BPJS akan melakukan visitasi untuk memastikan agar data yang diajukan sesuai dengan keadaan sebenarnya.
  6. Jika dinyatakan lolos persyaratan, faskes Anda akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Faskes akan menerima detail informasi baru (username dan password) untuk login ke sistem HFIS. 
  7. Sistem HFIS sudah bisa digunakan oleh faskes.

Baca Juga: Cara Mudah Cek Tagihan BPJS Kesehatan Lewat HP

 

Mengakses HFIS BPJS untuk Peserta Asuransi

Sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda bisa menggunakan dua aplikasi untuk menerima manfaat dari sistem HFIS ini. Aplikasi tersebut adalah Aplicares dan P-care (dua-duanya bisa diakses di browser).

Untuk menggunakan aplikasi Aplicares, Anda bisa mengunjungi link berikut. Aplikasi ini akan membantu Anda untuk mengetahui alamat rumah sakit, puskesmas, klinik utama, klinik pratama, dokter praktik perorangan, dan dokter gigi. Selain itu, Anda bisa mencari tahu ketersediaan bed di website Aplicares ini.

Lain Aplicares, lain lagi P-care. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi peserta asuransi untuk mengecek tagihan BPJS dan melakukan pencarian faskes terdekat. Dari sisi faskes, adanya aplikasi P-care bisa membantu mereka untuk menjadikan alur pendaftaran pasien, pencatatan diagnosa, maupun pencatatan detail pengobatan menjadi lebih simpel


November 28, 2022
WhatsApp-Image-2022-11-28-at-7.56.33-AM.jpeg

Surat lamaran kerja adalah salah satu dokumen yang umum dipersyaratkan dalam perekrutan karyawan. Surat ini merupakan dokumen yang berfungsi sebagai ‘surat pengantar’ ketika seseorang melamar pekerjaan.

Isi dokumen ini memang tidak menjelaskan detail pengalaman kerja seseorang selayaknya CV atau resume. Namun menariknya, terkadang ada personalia yang mendiskualifikasi pelamar kerja yang tidak menyertakan dokumen ini. 

Nah, tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Maka dari itu, yuk, ketahui bagaimana struktur surat lamaran kerja supaya Anda bisa membuatnya!

Apa Itu Surat Lamaran Pekerjaan?

Surat lamaran kerja adalah surat yang berisikan permohonan bekerja di suatu lembaga, institusi, maupun perusahaan. Surat ini berisikan identitas diri, pendidikan terakhir, dan penjelasan singkat mengenai keahlian dan pengalaman kerja yang dimiliki seseorang. Akan lebih baik jika keahlian dan pengalaman kerja yang dicantumkan adalah yang berkaitan dengan jawatan yang ditawarkan.

Meskipun keahlian dan pengalaman kerja yang ada di CV tidak dituliskan secara mendetail di surat lamaran, Anda perlu memberikan sedikit informasi terkait dua hal tersebut di surat lamaran. Dengan begitu, personalia dapat mengetahui sekilas latar belakang Anda sebelum membaca resume/CV dan dokumen pendukung lain.

Struktur Surat Lamaran Pekerjaan

Biasanya, detail-detail berikut bisa Anda temui dalam sebuah surat lamaran pekerjaan.

1. Tempat dan tanggal penulisan surat

Sama seperti kebanyakan surat formal, Anda perlu menuliskan tempat dan tanggal penulisan surat di bagian atas surat lamaran pekerjaan. 

2. Hal dan lampiran

Bagian ‘hal’ menjelaskan mengenai isi surat tersebut. Nah, karena ini adalah surat lamaran pekerjaan, Anda bisa menuliskan ‘Lamaran kerja’ di bagian ‘Hal’. Sementara itu, pada bagian ‘lampiran’, Anda bisa tuliskan berapa lembar jumlah dokumen yang diikutsertakan bersama surat lamaran pekerjaan. 

3. Alamat pengiriman surat

Pada bagian ini, Anda akan menuliskan alamat penerima surat (pihak perekrut). 

3. Salam pembuka

Pada dokumen resmi, Anda bisa membuka surat dengan ‘Dengan hormat,’. Surat ini juga menggunakan salam pembuka ini.

4. Bagian pembuka surat

Bagian pembuka surat berisikan maksud dan tujuan Anda menuliskan surat tersebut. 

5. Isi

Pada bagian ini, Anda akan memperkenalkan diri dan menyebutkan sedikit kualifikasi yang Anda miliki. Informasi yang dibuat tidak perlu mendetail karena akan ditampilkan lagi dalam CV maupun resume. Meski begitu, Anda bisa mempromosikan diri melalui cara ini.

6. Penutup

Di bagian ini, Anda hanya perlu memberikan penutup yang sopan sebagaimana biasa digunakan di surat formal lainnya. Jangan lupa untuk menyampaikan terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk membuka CV/resume Anda.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Human Capital (HC), Tugas, dan Fungsinya

 

Membuat Surat Lamaran Pekerjaan

Cara membuat surat lamaran kerja sebenarnya cukup simpel. Anda hanya perlu menggunakan software pengolah kata untuk membuat dokumen Anda. Lalu, Anda bisa masukkan beberapa aspek di atas ke dalam surat lamaran pekerjaan.

Supaya lebih mudah menyusun surat lamaran pekerjaan, Anda bisa melihat contoh surat lamaran kerja terlebih dahulu. Dengan demikian, Anda tidak bingung saat proses penulisan surat nantinya.

Setelah selesai, jangan lupa untuk melakukan pengecekan ulang. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik maupun kesalahan penggunaan bahasa di surat lamaran kerja Anda. Jika perlu, Anda bisa minta bantuan orang lain untuk mencek surat tersebut.


November 21, 2022
WhatsApp-Image-2022-11-20-at-5.42.57-PM.jpeg

Selain personalia dan HRD, istilah terkait yang sering terdengar adalah Human Capital (HC). Apakah istilah ini memiliki arti yang sama dengan personalia dan HRD? Meski terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan tersendiri, lho. Yuk, pelajari apa itu HC dan apa saja tugasnya di artikel berikut.

 

Definisi Human Capital

Jika diartikan secara gamblang, Human Capital dapat diartikan sebagai ‘modal manusia’. Akan tetapi, dalam sebuah setting perusahaan, HC diartikan lebih dari sekadar ‘modal manusia’. 

Human Capital adalah departemen yang mengelola serta mengembangkan SDM agar kinerjanya lebih baik. Karena upaya pengelolaan SDM ini tidak mudah, siapa pun yang berkarier di bidang ini perlu memiliki pengetahuan yang matang mengenai Human Capital Management.

Memangnya, apa sih Human Capital Management itu? Human Capital Management adalah cara mengelola sumber daya manusia yang menekankan pada peningkatan nilai ekonomis karyawan. 

Maka dari itu, fokus kerja Human Capital adalah untuk meningkatkan keterlibatan dan produktivitas karyawan. Dengan begitu, nilai karyawan sebagai aset bisnis bisa lebih ditingkatkan.

 

Perbedaan HC dan HR

Membandingkan HC dan HR memang agak sedikit sulit. Pasalnya, sering kali job description kedua profesi ini tumpang tindih.

Kedua profesi ini sama-sama mengelola SDM. Hanya saja, HR akan berfokus pada perekrutan, onboarding (penyesuaian/orientasi karyawan baru), memberikan pelatihan dan evaluasi, serta memberikan insentif atas kinerja karyawan.

Sementara itu, HC bertugas untuk memantau performa, pencapaian KPI (Key Performance Indicators), kontribusi, serta peningkatan skill karyawan. Tidak hanya itu, HC juga perlu mengatur strategi untuk meningkatkan loyalitas karyawan dan menurunkan tingkat turnover perusahaan.

Lantas, mengapa tugas-tugas HC dan HR sulit dibedakan satu dengan yang lainnya? Meskipun ada perbedaan tanggung jawab di antara keduanya, tugas-tugas HC dan HR biasanya diamanatkan ke dalam satu departemen yang sama, yaitu Human Resource Department. Karena alasan inilah orang-orang sulit membedakan tugas di antara keduanya. 

 

Tugas HC

Dilansir dari beberapa sumber, berikut adalah beberapa tugas Human Capital:

  • Melakukan perekrutan tenaga kerja baru
  • Menentukan job description dari setiap departemen dan menentukan beban kerja setiap tenaga kerja
  • Mengatur program pelatihan dan pengembangan tenaga kerja
  • Memantau dan menilai kinerja karyawan
  • Validasi data, seperti data pengajuan cuti, gaji pegawai, klaim jaminan sosial, dsb.

Baca Juga: Perusahaan Startup: Kenali Contoh, Jenis, dan Sumber Pendanaannnya

 

Fungsi HC

Dilihat dari tugas-tugas yang dilakukan HC, Anda bisa menilai betapa pentingnya HC untuk keberlangsungan perusahaan. Keberadaan HC memiliki satu fungsi penting, yaitu untuk menghindari kerugian perusahaan terkait dengan aset dan investasi yang telah ditanam perusahaan. 

Aset yang dimaksud tentunya adalah karyawan perusahaan. Dengan adanya HC, kontribusi dan pertumbuhan karyawan bisa dinilai secara berkala. Melalui cara ini, investasi yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan—baik dalam bentuk gaji, insentif, maupun pelatihan-pelatihan—bisa menguntungkan bagi perusahaan.

Nah, itulah definisi Human Capital, tugas, serta fungsi Human Capital. Keberadaan HC sangat penting untuk kemajuan perusahaan, sebab melalui departemen inilah kinerja karyawan bisa dipantau dan terus ditingkatkan.


November 14, 2022
WhatsApp-Image-2022-11-14-at-8.12.34-AM.jpeg

Absensi karyawan bukanlah hal yang asing jika Anda bekerja di kantor. Keberadaan absensi ini penting untuk mengetahui kinerja seseorang sebagai karyawan. Pada beberapa perusahaan, absensi juga menjadi dasar perhitungan gaji seorang karyawan. Karena alasan itulah absensi merupakan dokumen yang penting bagi perusahaan.

Apa saja, sih, manfaat dan aspek-aspek yang harus ada dalam sebuah dokumen absensi? Lalu, bagaimana cara membuatnya? Berikut penjelasannya.

Definisi Absensi Karyawan

Jika kita membahas istilah laporan absensi karyawan, maka kita perlu mengetahui makna dari ‘absensi’ itu sendiri. Dalam KBBI, absensi diartikan sebagai ‘ketidakhadiran’. Jadi, absensi untuk karyawan adalah daftar yang memuat ketidakhadiran karyawan.

Meski demikian, absensi sering disalahartikan sebagai presensi karyawan. Maksudnya, banyak orang menggunakan absensi sebagai presensi karyawan—yaitu daftar yang mencatat kehadiran karyawan. Kesalahan ini sudah sangat umum terjadi, sehingga absensi dan presensi seakan-akan memiliki arti yang sama, padahal seharusnya berbeda.

Manfaat Laporan Absensi Karyawan

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan adanya laporan absensi karyawan antara lain:

  • Mengetahui kehadiran/ketidakhadiran karyawan dan melakukan pencatatan terkait hal tersebut
  • Mengetahui produktivitas karyawan
  • Menghitung gaji karyawan, khususnya jika perusahaan memberikan gaji harian
  • Menghindari kecurangan terkait kehadiran/ketidakhadiran

Intinya, absensi adalah hal yang penting untuk mengetahui kehadiran karyawan. Dengan demikian, kinerja karyawan dapat diukur dan pemberian gaji pun (terutama jika sistem gaji adalah harian) dapat dilakukan secara lebih akurat sesuai kehadiran karyawan.

Aspek yang Ada dalam Absensi untuk Karyawan

Aspek-aspek yang ada di dalam format absensi karyawan sebenarnya tidak banyak. Biasanya, tabel absensi untuk karyawan akan memuat nama karyawan, periode absensi, keterangan hadir/tidaknya karyawan, persentase kehadiran, serta kolom keterangan (jika dibutuhkan). 

Terlepas dari aspek-aspek yang telah disebutkan, ada juga format absensi karyawan yang memuat jam hadir dan jam pulang karyawan. Biasanya, format seperti ini digunakan di absensi yang sudah terhubung dengan absensi fingerprint, magnetic card, absensi berbasis mobile, dsb.

Cara Membuat Absensi Karyawan

Absensi untuk karyawan, khususnya yang manual, cukup mudah dibuat. Supaya tidak bingung, Anda bisa mengambil contoh absensi karyawan harian manual yang sudah banyak beredar di internet.

Nah, setelah mengetahui aspek-aspek apa saja yang perlu dimasukkan, Anda bisa mulai membuat format dokumen itu. Gunakan aplikasi seperti Microsoft Excel, Google Sheets, atau aplikasi serupa lainnya untuk membuat dokumen absensi dengan lebih mudah.

Begini cara membuat absensi manual yang simpel:

  1. Pertama, buat judul dan header absensi terlebih dahulu. Header yang dimaksud adalah nama kolom yang akan digunakan dalam absensi. Misalnya seperti nomor, nama, dan jabatan karyawan, tanggal (bisa dibuat kolom 1-31), kolom rekap jumlah kehadiran, hingga persentase kehadiran. 
  2. Lalu, mulailah mengisi detail nomor, nama, dan jabatan karyawan.
  3. Kemudian, mulailah memformat dokumen absensi tersebut. Misalnya, Anda bisa mewarnai kolom hari libur dengan warna merah dan memformat kolom absensi yang diisi dengan keterangan cuti/izin dengan warna yang berbeda. Meskipun absensi belum diisi, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan fitur khusus. Di Excel, fitur tersebut adalah ‘Conditional Formatting’.

 

Baca Juga: 10 Tunjangan Karyawan yang Dapat Diberikan Selain Gaji Pokok

 

Setelah melakukan formatting dokumen absensi karyawan, Anda bisa langsung menggunakan dokumen tersebut untuk merekapitulasi kehadiran/ketidakhadiran karyawan. Bagaimana, cukup mudah bukan?


October 4, 2022
WhatsApp-Image-2022-10-02-at-6.48.00-AM.jpeg

Lean startup merupakan salah satu metode yang cukup jitu untuk dicoba oleh para pebisnis online. Seperti yang kita tahu, menjadi seorang pebisnis online memang bukan perkara yang mudah. Diperlukan metode yang paling jitu untuk bisa bersaing dengan para kompetitor. Karena itu, mari kita pelajar metode ini dengan seksama. 

Apa itu Lean startup?

Lean startup merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menciptakan sebuah produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Caranya yaitu dengan melibatkan konsumen dalam proses pengembangannya. 

Dalam metode ini, kita ditekankan untuk membuat suatu produk sesuai dengan permintaan pasar yang dinamis. Untuk bisa melakukan hal tersebut, dilakukan pendekatan prototipe atau Minimum Viable Product (MVP). 

Pertama, perusahaan akan merancang produk dasar untuk diujikan langsung kepada calon konsumen. Selanjutnya, produk tersebut akan dikembangkan berdasarkan masukan yang diberikan oleh konsumen tersebut. Jika produk sudah hampir sesuai dengan masukan tersebut, baru jumlah produksi akan ditingkatkan. 

Baca Juga: Kupas Tuntas Perbedaan Startup Unicorn, Decaron, Hectocorn

 

Tujuan dan Manfaat Lean startup

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan ketika menggunakan metode ini, diantaranya yaitu sebagai berikut.

1. Minim Risiko

Tujuan utama dari lean startup ialah untuk meminimalisir kegagalan dari suatu bisnis atau perusahaan. Produk yang dibuat cenderung akan lebih mudah laris di pasaran. Pasalnya, setiap produk yang diproduksi merupakan hasil dari masukan yang diberikan oleh konsumen. Karena itu, produk yang dipasarkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih tepat.

2. Lebih Efisien

Seperti yang kita ulas sebelumnya, metode ini menggunakan MVP dalam proses produksinya. Hal ini dapat memaksimalkan proses tersebut agar lebih efisien, baik itu perihal biaya yang digunakan ataupun tenaga yang digunakan. Semakin cepat produk Anda diujikan kepada konsumen, maka semakin cepat pula Anda bisa mengembangkan produk tersebut.

3. Produk Sesuai Kebutuhan Konsumen

Metode ini memungkinkan Anda untuk menciptakan produk terbaik sebagai solusi dari permasalah yang ada dan lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Hal ini didukung dengan pengembangan produk berdasarkan feedback dari konsumen langsung sehingga ketepatan informasi kebutuhan target market tentu lebih akurat. Mulai dari fitur yang diinginkan, atau manfaat lainnya dari produk tersebut.

4. Cocok untuk Berbagai Jenis Bisnis

Metode bisnis ini bisa Anda terapkan untuk berbagai jenis bisnis yang Anda kelola. Mulai dari pelaku uasaha bisnis online hingga jasa penulisan artikel bisa menerapkan metode ini. Pasalnya, prinsip utama dari metode ini yaitu menjaga kepuasan konsumen dengan menghadirkan produk-produk yang sesuai. 

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Level Pendanaannya

 

Di samping beberapa manfaat lean startup di atas, Anda juga perlu memperhatikan target market dari produk yang akan dipasarkan. Setelah produknya jadi, jangan sampai Anda memasarkan produk tersebut pada target pasar yang kurang tepat. Hal ini bisa membuat strategi bisnis Anda meleset. Jadi, jangan lupakan target utama yang telah ditentukan pada saat proses produksi produk tersebut, ya!


October 4, 2022
WhatsApp-Image-2022-10-02-at-7.06.14-AM.jpeg

Tentu sudah kita sadari bahwa teknologi digital saat ini dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, termasuk bagi para milenial. Dengan adanya teknologi ini, kita bisa mendapatkan kemudahan dalam berbagai bidang, mulai dari mengerjakan pekerjaan, menyampaikan informasi, dan masih banyak lagi. Sudah tahu apa saja manfaatnya?

Manfaat Teknologi Digital yang Jarang Sadari

Teknologi digital adalah alat yang beroperasi secara otomatis menggunakan sistem komputerisasi. Dari sekian banyaknya manfaat yang bisa diberikan, ternyata ada beberapa manfaat yang tidak semua orang menyadarinya. Berikut selengkapnya kami uraikan dalam beberapa poin di bawah ini.

1. Bidang Telekomunikasi

Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan pada tahun 2017 lalu, ditemukan 132 juta pengguna internet dari Indonesia dengan angka pertumbuhan sebesar 51% per tahunnya. Dari data tersebut, dapat kita ketahui jika saat ini hampir semua masyarakat Indonesia menggunakan alat telekomunikasi yang lebih canggih dan mudah.

Tidak hanya itu, kaum milenial juga dapat membuat dan membagikan berbagai konten digital dengan sangat mudah melalui berbagai platform yang bisa diakses menggunakan laptop, komputer, atau smartphone

2. Bidang Pendidikan

Selain dalam bidang telekomunikasi, teknoligi digital ini juga sangat bermanfaat dalam bidang pendidikan bagi kaum milenial. Adanya teknologi canggih seperti smartphone, komputer, atau laptop dapat memberikan kemudahan bagi mereka untuk mendapatkan sumber informasi tentang berbagai materi pelajaran. 

Selain itu, para milenial juga dapat memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan motivasi belajar dan mengembangkan kemampuannya. Pasalnya, tidak hanya materi pendidikan formal saja, berbagai skill menarik juga bisa kita pelajari melalui media digital ini.

3. Bidang Perbankan

Mungkin jarang ada yang menyadari jika hadirnya mesin ATM dan m-Banking merupakan salah satu manfaat yang bisa kita rasakan dari adanya digital technologies. Dengan adanya mesin ATM, kita tidak lagi harus mengantri berjam-jam untuk mengambil uang tabungan.

Di samping itu, kehadiran m-Banking juga sangat memudahkan kita dalam melakukan berbagai transaksi. Apalagi kini m-Banking sudah dilengkapi dengan berbagai fitur yang mempermudah kita untuk melakukan berbagai transaksi, seperti pembayaran tagihan, top up, pembelian pulsa, dan lain-lain.

4. Bidang Pekerjaan

Hadirnya berbagai inovasi dalam bidang pekerjaan sangat memudahkan masyarakat Indonesia, termasuk kaum milenial untuk mengerjakan berbagai pekerjaan. Contoh teknologi digital dalam bidang ini yaitu hadirnya berbagai marketplace dan ecommerce yang mempermudahkan sistem jual beli secara online

Dengan adanya teknologi tersebut, kita bisa menjual berbagai produk tanpa harus membayar sewa toko. selain itu, kita juga dapat menjangkau konsumen dengan lebih luas tanpa batasan wilayah. 

Baca Juga: Lean startup: Pebisnis Online Wajib Tahu Metode Ini!

Sebenarnya, masih ada banyak beberapa manfaat teknologi digital yang bisa kita dapatkan, seperti dalam bidang kesehatan, hobi, gaya hidup, dan masih banyak lagi. Karena itu, kehadiran teknologi ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya.


October 2, 2022
WhatsApp-Image-2022-10-02-at-6.18.59-AM.jpeg

Startup merupakan sebuah perusahaan yang masih dalam proses perintisan dan pengembangan. Usia dari perusahaan ini biasanya masih cukup muda, tapi sudah berbasis digital. Seiring berkembangnya teknologi, kini muncul istilah Unicorn, Decacorn, Hectocorn. Apa perbedaanya? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Perbedaan Unicorn, Decacorn, Hectocorn

Istilah Unicorn, Decaron, Hectocorn ini muncul sebagai bentuk tingkatan prestasi yang dicapai oleh perusahaan startup. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Unicorn

Mungkin yang Anda tahu Unicorn itu merupakan spesies kuda putih mitologi yang memiliki satu tanduk di kepalanya. Istilah tersebut memang dianalogikan dengan kuda putih mitologi ini. Perusahaan startup yang menyandang gelar Unicorn, artinya sudah memiliki nilai valuasi mencapai USD$1 Juta atau jika dirupiahkan setara dengan Rp14 triliun.

Dianalogikan demikian karena perusahaan startup dengan valuasi sebanyak itu bisa terbilang sangat langka bahkan terdengar mustahil. Julukan ini mulai dikenalkan oleh Aileen Lee, yang merupakan pendiri perusahaan investasi Cowbot Ventures. 

Di Indonesia sendiri, sudah terdapat beberapa perusahaan startup yang berhasil mencapai level ini. Contoh Unicorn startup Indonesia, yaitu Tokopedia, Bukalapak, OVO, dan Traveloka. Setelah berhasil mencapai level ini, mereka berkesempatan naik ke level berikutnya.  

2. Decacorn

Decacorn merupakan level kelanjutan dari Unicorn. Istilah ini merupakan gabungan dari kata ‘deka’ yang artinya angka 10, dan ditambah dengan akhiran dari kata Unicorn. Dengan demikian, decacorn memiliki arti perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi 10 kali lipat dari Unicorn, yakni mencapai US$10 miliar.

Gojek merupakan perusahaan startup Decacorn Indonesia pertama yang sudah mencapai level ini sejak tahun 2019. Sementara itu, di Asia sudah terdapat beberapa perusahaan yang berhasil mencapai level ini, diantaranya Toutiau (Bytedance), Grab, DJI Innovations, dan masih ada 7 perusahaan lainnya. 

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Level Pendanaannya

3. Hectocorn

Level yang lebih tinggi dari kedua level sebelumnya yaitu Hectocorn. Level ini akan disandang oleh perusahaan yang berhasil mencapai valuasi perusahaan hingga US$100 miliar. Saat ini, ada banyak perusahaan yang sudah berhasil mencapai valuasi tersebut. Akan tetapi mereka tidak dapat mendapat gelar ini karena bukan perusahaan rintisan. Gelar ini hanya bisa didapatkan oleh perusahaan startup yang masih dalam tahap pengembangan. 

Hingga saat ini, belum ada perusahaan Indonesia yang berhasil mencapai level ini. Saat ini, hanya ada satu perusahaan Hectocorn di dunia, yaitu Ant Financial yang juga dikenal dengan Alipay. Perusahaan ini merupakan startup yang berafiliasi dengan Alibaba Group. 

Melihat betapa sulitnya perusahaan startup untuk sampai pada level ini, Johnny G. Plate yang merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika berencana memberikan motivasi pada perusahaan-perusahaan rintisan agar bisa bergegas mencapai level tersebut. Hal ini akan memberikan dampak positif berupa peningkatan strata ekonomi digital di Indonesia. 

Itu dia beberapa perbedaan Unicorn, Decacorn, Hectacorn yang bisa kami sampaikan. Bagaimana dengan bisnis Anda? Sudah mulai bersaing dengan perusahaan startup lainnya?


September 30, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-25-at-7.56.28-AM.jpeg

Elevator pitch dikenal dengan sebuah penjelasan yang luas tapi singkat tentang siapa Anda atau bisnis yang Anda kelola. Biasanya, kegiatan ini dilakukan dalam durasi yang cukup singkat, yakni sekitar 30-60 detik. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memikat klien atau pihak lainnya dalam durasi yang sangat singkat tersebut?

Hal-hal yang Harus Tercantum Dalam Elevator pitch

Seperti yang kita ketahui, bahwa elevator pitch adalah sebuah penjelasan yang bertujuan untuk memikat klien atau pihak tertentu agar tertarik dengan bisnis atau keunggulan yang Anda tawarkan. Agar mereka terpikat, Anda perlu mencantumkan beberapa hal berikut ini. 

1. Who are You?

Memperkenalkan siapa diri Anda merupakan hal yang bisa dilakukan untuk membuka penjelasan. Dalam bagian ini, Anda bisa menjelaskan siapa Anda dan dari perusahaan mana Anda berasal tanpa bertele-tele.

2. Apa yang Ditawarkan?

Selanjutnya, sambung kalimat tersebut dengan penjelasan tentang apa yang Anda kerjakan dalam pekerjaan tersebut dan produk atau jasa apa yang akan ditawarkan. Usahakn untuk membuat penjelasan yang spesifik dan menarik agar pendengarnya bisa terpikat.

3. Masalah Apa yang Bisa Anda Selesaikan

Pada part ini, Anda harus mampu menjelaskan masalah apa yang mampu diselesaikan. Contoh elevator pitch pada bagian ini yaitu Anda bekerja dalam bidang fintech, maka Anda bisa menjelaskan jika perusahaan tersebut berupaya untuk memberikan kemudahan transaksi bagi masyarakat. Anda juga bisa menambahkan jika perusahaan juga ingin meningkatkan awareness para generasi muda tentang pengelolaan finansial.

4. Bedanya Anda dengan Orang atau Perusahaan Lain

Tidak cukup sampai di sana, Anda juga perlu menyematkan satu kalimat yang menjelaskan keunggulan apa yang dimiliki oleh perusahaan Anda dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Hal ini biasanya yang akan membuat mereka tertarik dengan apa yang disampaikan.

5. Ajukan Pertanyaan

Umumnya, elevator pitch seringkali dilakukan secara 1-on-1 sehingga Anda perlu membangun engagement khusus dengan orang tersebut. Anda bisa memulainya dengan mengajukan pertanyaan terkait bisnis yang Anda kelola. Misalnya, Anda sedang bekerja pada perusahaan asuransi, maka Anda bisa bertanya, “Apakah saat ini Anda sudah memiliki asuransi?”.

 

6. Call to Action

 

Part terakhir ini bisa dikatakan sebagai senjata pamungkas dari penjelasan yang Anda sampaikan. Call to Action atau juga dikenal dengan CTA merupakan pernyataan yang akan membuat audiens semakin penasaran dan tertarik untuk menggali lebih lanjut tentang informasi yang Anda sampaikan. 

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Level Pendanaannya

 

Selain itu, CTA juga bisa memikat audiens hingga terjadi transaksi berupa pembelian barang atau jasa yang Anda tawarkan. Untuk itu, pada bagian ini sampaikan pula bagaimana cara menghubungi Anda apabila mereka ingin mengetahui informasi tersebut lebih detail. 

Nah itu dia beberapa hal penting yang harus terdapat dalam elevator pitch agar bisa memikat audiens yang mendengarkannya. Sebelum bertemu audiens, Anda bisa berlatih berulangkali untuk membuat teks tersebut.


September 28, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-25-at-7.49.31-AM.jpeg

Belakangan ini, bubble burst atau ledakan gelembung menjadi topik yang cukup hangat terutama di kalangan pebisnis karena  membuat beberapa beberapa startup di Indonesia seperti LinkAja, JD.ID, dan Zenius terpaksa melakukan PHK. 

Ladakan gelembung memiliki pengertian sebagai siklus ekonomi yang diawali dengan peningkatan nilai pasar (khususnya harga aset) secara drastis dengan diikuti penurunan nilai yang cepat sehingga menimbulkan inflasi pada suatu perusahaan. 

Penyebab Buble Burst

Ledakan gelembung bisa disebabkan oleh beberapa alasan yaitu:

 

1. Pasar yang Jenuh

 

Pasar jenuh atau saturated market merupakan kondisi ketika permintaan oleh konsumen telah mencapai titik tertinggi sehingga membuat suatu brand kesulitan untuk menjual produk. Pasar yang jenuh ini seringkali diakibatkan karena promo atau diskon yang berlebihan. Ketika perusahaan menghentikan promo, konsumen akan berhenti atau tidak tertarik membeli produk.

 

2. Sulitnya Produk dalam Bersaing

 

Ledakan gelembung bisa terjadi karena sulitnya produk dalam bersaing. Hal ini tentu akan menyebabkan penurunan minat konsumen dan juga pembelian. Kondisi ini bisa diperparah dengan menurunnya kepercayaan investor dan stakeholder terhadap perusahaan.

 

3. Kesulitan Mencari Dana

 

Ledakan gelembung pada startup bisa disebabkan karena sulitnya pendanaan. Beberapa startup mungkin saja sangat bergantung pada pendanaan investor sehingga ketika pendanaan minim, finansial bisa terganggu.

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Level Pendanaannya

Dampak Bubble Burst

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ledakan gelembung dapat membuat perusahaan startup harus melakukan PHK pada karyawan agar bisa bertahan. Namun selain itu, ada dampak lain yang bisa dirasakan perusahaan saat mengalami bubble burst seperti masalah finansial yang lebih besar serta harus menunda rekrutmen yang mungkin sedang berlangsung.

Fase Gelembung Ekonomi

Terjadinya gelembung ekonomi atau peningkatan pesat dari nilai suatu barang umumnya akan melewati lima fase, yaitu:

 

1. Pergeseran 

 

Ada dua jenis pergeseran yang mungkin bisa mengawali gelembung ekonomi yaitu pergeseran investor dan pergeseran (penurunan) suku bunga. Pergeseran investor terjadi ketika para investor lebih memilih berinvestasi di perusahaan lain karena alasan teknologi atau inovasi yang lebih menjanjikan. 

 

2. Booming

 

Di fase ini, harga aset akan meningkat sehingga mampu menarik perhatian para pebisnis serta para investor untuk berbisnis di bidang yang sama. Hal tersebut pada akhirnya menciptakan banyak pesaing karena pasar yang terlihat menguntungkan.

 

3. Euforia

 

Pada fase ini, harga aset akan semakin meroket. Nilai barang di pasar akan meningkat secara ekstrem. Banyak pebisnis yang tidak hati-hati dengan fase ini dan berpikir bahwa konsumen masih tetap rela membayar harga mahal karena menyukai produk yang ada. 

 

4. Profit-Taking

 

Pada fase profit-taking, orang-orang akan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Namun di saat yang bersamaan, fase ini merupakan saat yang paling penting bagi pebisnis untuk berhati-hati dan selalu waspada dengan kondisi finansial karena gelembung ekonomi sudah pada puncaknya dan bisa “meletus” kapan saja.

 

5. Panik

 

Hanya membutuhkan “setuhan kecil” (waktu yang tidak lama) bagi gelembung ekonomi untuk meletus pada fase ini. Jika gelembung sudah meletus, maka tidak bisa kembali lagi. Artinya, harga akan benar-benar anjlok akibat suplai yang lebih banyak dari permintaan, dan hal ini tentu akan membahayakan finansial sebuah startup.

Baca Juga: Perusahaan Startup: Kenali Contoh, Jenis, dan Sumber Pendanaannnya

Itulah penjelasan seputar bubble burst mulai dari pengertian, penyebab, dampak, serta fase gelembung ekonomi.


Send this to a friend