Apa Itu Reimburse? Begini Pengertian dan Cara Mengajukannya

December 9, 2022by Admin dua0
WhatsApp-Image-2022-12-04-at-5.19.38-PM.jpeg

Bagi kalian yang bekerja di perusahaan, istilah reimburse barangkali bukan sesuatu yang asing. Reimburse adalah salah satu hak utama yang diberikan perusahaan kepada para karyawannya.

Kebijakan reimburse sendiri berbeda-beda tergantung perusahaan, mulai dari cakupan hingga sistemnya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai reimburse itu sendiri, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Reimburse

Jadi, apa itu reimburse? Secara singkat, reimburse merupakan sistem penggantian biaya pribadi yang dikeluarkan oleh karyawan guna keperluan perusahaan. Jadi, jika ada keperluan terkait pekerjaan yang mengharuskan karyawan untuk merogoh kocek pribadi terlebih dahulu, karyawan bersangkutan dapat mengajukan reimbursement untuk mengganti dana yang dikeluarkannya.

Cakupan reimburse sendiri berbeda-beda tergantung kebijakan tiap perusahaan. Tidak semua uang pribadi yang dikeluarkan dapat dikembalikan melalui reimbursement. Meski begitu, reimburse sendiri biasanya mencakup hal-hal berikut:

 

1. Reimbursement Kesehatan

 

Beberapa perusahaan memberikan fasilitas kesehatan bagi karyawannya dengan cara reimburse. Biaya kesehatan yang ditanggung mencakup biaya medical check-up, konsultasi dokter, biaya obat, serta biaya ke dokter gigi dan dokter spesialis mata.

Baca Juga: Mengenal Program BPJS PBI dan Cara Mengurusnya

 

2. Reimbursement Biaya Perjalanan

 

Penggantian biaya perjalanan mencakup uang yang dikeluarkan karyawan ketika melakukan perjalanan dinas. Misalnya ketika karyawan diminta untuk menghadiri pertemuan antarcabang di luar kota atau luar negeri untuk mewakili perusahaan. Biaya perjalanan yang ditanggung biasanya mencakup biaya makan, transportasi, dan akomodasi.

 

3. Reimbursement Operasional Bisnis

 

Contoh pengeluaran yang ditanggung reimburse jenis ini antara lain: pengeluaran untuk menyewa tempat ketika melakukan meeting dengan klien, biaya pulsa untuk menghubungi klien, membayar perlengkapan kantor, dan sebagainya.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengajukan Reimburse

 

1. Pahami Ketentuan

 

Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait sistem reimburse, mulai dari jenis biaya yang ditanggung, rentang waktu, hingga syarat dan alur pengajuannya. Pahami ketentuan terlebih dahulu supaya tidak terjadi kendala dalam proses pengajuan.

Misalnya, beberapa perusahaan memberi rentang waktu yang cukup singkat bagi karyawan untuk mengajukan reimbursement, yakni hanya 3 sampai 7 hari setelah pembayaran untuk diajukan ke tim HRD. Jika begitu, artinya pengajuan harus dengan segera dilaksanakan.

 

2. Melampirkan Dokumen yang Diminta

 

Dalam mengajukan reimburse, karyawan biasanya diminta melampirkan invoice alias tagihan sebagai bukti. Oleh karena itu, penting untuk menyimpannya usai melakukan transaksi. Jika mengajukan reimburse biaya kesehatan, biasanya karyawan diminta melampirkan salinan resep, kuitansi pembayaran obat dan konsultasi, maupun salinan diagnosis.

Untuk mengajukan reimbursement biaya perjalanan, invoice yang dilampirkan dapat berupa bukti pembelian tiket perjalanan dan akomodasi. Sementara itu, invoice untuk reimbursement biaya operasional bisa berupa struk belanja alat kantor, bukti bayar tempat sewa, dan sebagainya. Lampirkan dokumen asli dan bukan salinan alias fotokopi.

 

3. Mengisi Formulir dengan Benar

 

Perusahaan akan meminta karyawan untuk mengisi formulir reimburse yang telah disediakan. Isi dengan teliti dan periksa ulang supaya tidak terjadi kesalahan yang dapat menghambat proses pengajuan. Jangan sampai memasukkan data-data palsu atau sengaja melebih-lebihkan nominal pengeluaran.karena hal itu merupakan suatu bentuk kecurangan yang tentu dapat berdampak buruk ke depannya.

Nah, itu dia uraian seputar sistem reimburse yang berlaku di perusahaan. Semoga membantu!

Admin dua


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Send this to a friend