Blog - Page 2 of 38 - RDN Consulting


No more posts

September 26, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-25-at-7.39.11-AM.jpeg

Bagi sebagian orang, kata crowdsourcing mungkin masih terasa asing di telinganya. Secara sekilas, istilah ini memang berkaitan dengan bisnis dan dapat mempermudah pekerjaan. Penasaran untuk kenal lebih jauh? Mari simak informasi lengkapnya di bawah ini. 

Apa itu Crowdsourcing?

Crowdsourcing adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ide, layanan, atau konten dengan mengandalkan kontribusi dari banyak orang dalam suatu kelompok. Yang dimaksud dengan kelompok ini yaitu pihak ketiga yang tidak memiliki keterikatan dengan bisnis, contohnya yaitu pemegang saham dan karyawan. 

Dalam kelompok tersebut, mereka akan membagikan informasi, mengerjakan pekerjaan yang diminta, dan mendiskusikan berbagai hal melalui forum yang telah disediakan. Forum ini bisa berupa media sosial, aplikasi, atau bahkan website.

Umumnya, orang-orang yang tergabung dalam crowdsourcing ini merupakan para freelancer yang sedang mencari pekerjaan tetap atau para job seekers. Tidak jarang mereka bergabung dalam forum tersebut untuk mengerjakan pekerjaan kolektif dengan cuma-cuma. 

Manfaat crowdsourcing

Mungkin, Anda juga bertanya-tanya apa manfaat dari crowdsourcing hingga banyak orang yang tertarik denganya? Berikut manfaatnya.

1. Mengurangi Biaya Operasional

Manfaat utama dari menggunakan jasa ini tentu saja ialah untuk mengurangi biaya operasional yang akan dikeluarkan saat mengerjakan proyek tertentu. Ketika sebuah perusahaan menggunakan jasa ini, mereka tidak harus membayar jasa tersebut dengan jumlah yang sama dengan gaji karyawannya. 

Para freelancer dan orang yang menawarkan situs ini biasanya akan mendapat bayaran berdasarkan jumlah projek yang berhasil mereka selesaikan. Selain itu, pekerjaan ini pun dapat dilakukan secara remote sehingga tidak menambah biaya operasional.

2. Mengisi Posisi yang Tidak Ada di Perusahaan

Umumnya, sebuah perusaah tidak memiliki staf yang cukup untuk memenuhi kebutuhan semua departemen. Terlebih jika perusahaan tersebut masih merintis, tidak jarang diantara mereka yang mengorbankan beberapa departemen yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tertentu.

Di samping itu, jasa ini bisa memberikan solusi untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan mengisi kekosongan posisi tersebut. Karena itu, saat perusahaan mendapatkan sebuah proyek tapi tidak memiliki sumber daya yang mumpuni, mereka dapat mengandalkan para freelancer dengan kemampuan yang memadai untuk menyelesaikannya.

3. Memeriksa Proyek dengan Lebih Detail

Manfaat berikutnya yang dapat membantu memeriksa proyek dengan lebih detail. Ketika sebuah perusahaan mendapatkan satu proyek besar, biasanya ada beberapa aspek kecil yang penting. Sayangnya, tidak jarang justru beberapa aspek tersebut kurang diperhatikan.

Namun, dengan adanya sekumpulan freelancer ini, projek tersebut bisa dikerjakan dengan lebih detail. Perusahaan bisa mengandalkan mereka untuk menyelesaikan beberapa aspek kecil tersebut. Dengan begitu, pekerjaan bisa selesai dengan lebih detail dan beban perusahaan bisa berkurang. 

Baca Juga: Perusahaan Startup: Kenali Contoh, Jenis, dan Sumber Pendanaannnya

 

Nah, itu dia beberapa informasi tentang crowdsourcing. Anda sekarang sedang berada di posisi mana? Perusahaan yang kekurangan sumber daya, atau bagian dari freelancer yang tergabung dalam sebuah forum tertentu untuk mendapatkan pekerjaan?


September 23, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-4.39.30-PM.jpeg

Agar bisa semakin berkembang, sebuah perusahaan terkadang tak hanya membutuhkan dana dari sang pemilik, tapi juga dari pihak luar. Ada banyak jenis sumber dana yang sering diterima perusahaan, salah satunya yaitu venture capital atau modal ventura. Penjelasan di bawah ini akan membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sumber dana tersebut.

Pengertian dan Contoh 

Venture capital adalah sebuah perusahaan yang melakukan pembiayaan atau pemberian modal kepada perusahaan lain yang lebih kecil dalam jangka waktu tertentu. Umumnya pembiayaan ini dilakukan karena perusahaan yang menjadi objek memiliki potensi pertumbuhan yang baik dalam jangka panjang.

Namun demikian, pendanaan oleh modal ventura tidak selamanya berbentuk uang. Beberapa perusahaan mungkin akan memilih memberikan pelatihan untuk meningkatkan skil di bidang bisnis atau manajerial. 

Adapun contoh venture capital yang ada di Indonesia dan sudah terdaftar OJK yaitu PT. Astra Vitra Ventura, PT. Bina Artha Ventura, PT. Dana Mandiri Sejahtera, dan masih banyak lagi.   

Cara Kerja Modal Ventura

Cara kerja modal ventura tidak jauh berbeda dengan jenis pemodal lainnya. Pertama-tama, perusahaan yang membutuhkan dana akan mengirimkan perencanaan bisnis pada perusahaan pemodal. Selanjutnya, modal ventura akan mempelajari perencanaan bisnis yang dibuat. Bila cocok, biasanya akan diadakan pertemuan kedua belah pihak untuk membicarakan proyek secara rinci.

Bila proyek sudah dibicarakan, modal ventura akan melakukan berbagai pengujian terkait referensi pelanggan, evaluasi produk dan strategi bisnis. Bila merasa puas dengan jawaban perusahaan yang menjadi objek, modal ventura kemudian akan menyiapkan lembar persyaratan sebagai bentuk perjanjian investasi. Persyaratan ini nantinya harus disetujui kedua pihak sehingga pemodalan bisa berlangsung.

Baca Juga: Penanaman Modal Asing: Tujuan, Syarat dan Prosedurnya

Kelebihan dan Kekurangan Venture Capital 

Anda mungkin sedang berpikir untuk mendapatkan pendanaan dari venture capital. Namun sebelum mengajukan proposal, ketahui dulu kelebihan dan kekurangan dari pendanaan ini.

Kelebihan Modal Ventura

  1. Bisa mendapatkan dana yang besar karena biasanya berasal dari perusahaan yang sudah maju.
  2. Dengan bantuan perusahaan yang lebih besar, kemungkinan untuk mengelola berbagai risiko juga lebih mudah.
  3. Tidak perlu menggadaikan aset pribadi.
  4. Perusahaan bisa mendapat banyak saran seputar pengelolaan bisnis dan bahkan pengalaman kepemimpinan dari pebisnis-pebisnis sukses.
  5. Popularitas perusahaan bisa meningkat lebih cepat berkat kerjasama dengan perusahaan besar.
  6. Kemungkinan lebih besar untuk memiliki tim dan SDM berkualitas karena mendapat saran dan pemantauan dari perusahaan besar.

Kekurangan Modal Ventura

  1. Pendiri tidak bisa memiliki perusahaan seutuhnya karena harus menerbitkan saham yang akan menjadi milik investor.
  2. Tidak banyak perusahaan yang mau memberi dana, sehingga cukup sulit untuk mendapat suntikan modal.
  3. Diperlukan pengujian untuk yang sangat efektif untuk proyek sehingga memakan waktu lama.
  4. Dana hanya bisa dikeluarkan sesuai dengan waktu proyek dimulai.
  5. Bila kinerja para SDM buruk, maka pemilik bisa kehilangan bisnisnya. 

Itulah penjelasan mengenai venture capital mulai dari definisi, contoh, cara kerja, hingga kelebihan dan kekurangannya.


September 21, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-4.20.09-PM.jpeg

Setiap orang yang bekerja tentu akan menerima gaji. Gaji merupakan bayaran yang diberikan kepada seseorang karena hasil kerjanya. Ada beberapa istilah dalah pemberian gaji yang cukup banyak dikenal, salah satunya gaji prorata atau prorated salary. Penjelasan di bawah ini akan membahas berbagai hal mulai dari pengertian hingga perhitungannya.

Pengertian Gaji Prorata

Prorated salary adalah honor yang diberikan pada karyawan paruh waktu atau yang memiliki periode kerja dengan jangka pendek. Hal ini membuat jenis gaji ini berbeda dengan gaji yang diberikan pada karyawan tetap atau yang bekerja sebulan penuh.

Kapan Gaji Prorata Digunakan?

Meskipun banyak ditujukan kepada karyawan paruh waktu, ada kalanya gaji prorata diberikan pada kasus atau sistem kerja tertentu. Berikut beberapa waktu yang tepat untuk memberikannya:

 

1. Ketika Karyawan Mengambil Cuti di Luar Ketentuan

 

Ada kalanya seorang karyawan mengalami hal-hal tertentu entah karena kewajiban seperti menjadi juri atau kendala tertentu seperti sakit, sehingga mereka harus mengambil cuti di luar waktu yang ditetapkan. Bila kondisi ini terjadi, perusahaan bisa memberikan prorated salary pada karyawan agar dengan menyesuaikan waktu dan hari mereka bekerja.

 

2. Ketika Melakukan PHK atau Mengundurkan Diri di Tengah Pekerjaan

 

Prorated salary bisa menjadi sistem pemberian honor yang pas bila perusahaan dalam kondisi harus memecat karyawan di waktu sebelum tanggal gajian. Selain itu, sistem gaji ini juga bisa diterapkan pada karyawan yang mengundurkan diri di tengah pekerjaan atau sebelum tanggal gajian dengan menghitung jam kerjanya.

 

3. Saat Menerapkan Cuti atau Pengurangan Jam Kerja

 

Dalam kondisi tertentu, perusahaan bisa saja kekurangan dana untuk membayar karyawan, sehingga harus menerapkan cuti secara mendadak atau pengurangan jam kerja untuk mereduksi pengeluaran. Dalam kondisi seperti ini, perusahaan bisa memberikan prorated salary kepada para karyawan dengan menghitung hari serta jam kerja mereka.

 

4. Saat Menaikkan Gaji Karyawan di Luar Tanggal Gajian

 

Beberapa perusahaan terkadang ingin menaikkan gaji karyawan bahkan ketika di tengah bulan atau di luar tanggal gajian. Bila menemui kondisi seperti ini, maka prorated salary bisa menjadi solusi untuk memberikan gaji.   

Perhitungan Gaji Prorata

Ada tiga cara menghitung gaji prorata yang cukup mudah dilakukan, yaitu:

 

1. Menghitung Gaji Per Jam

 

Perhitungan gaji per jam artinya menggunakan satuan waktu terkecil dalam waktu kerja. Perhitungan ini juga bisa menjadi patokan untuk gaji saat lembur. Adapun perhitungan gaji per jam yaitu gaji pokok dan tunjangan tetap dibagi 173. 

Rumus perhitungan gaji harian: 1/173 X Gaji Sebulan.

 

2. Menghitung Gaji Berdasar Hari Kerja

 

Perhitungan gaji jenis ini sangat cocok untuk memberikan honor bagi karyawan yang mengambil cuti selama beberapa waktu.  

Rumus perhitungan gaji berdasarkan hari kerja: (jumlah hari kerja yang dijalani/jumlah hari kerja sebulan) X gaji sebulan

 

3. Gaji Prorata untuk Karyawan Resign

 

Ada perhitungan tersendiri untuk karyawan yang diberhentikan atau mengundurkan diri di pertengahan bulan atau sebelum tanggal gajian yang seharusnya. Perhitungan ini didasarkan pada jumlah hari kerja para karyawan.

Rumus gaji karyawan resign: upah per jam X jumlah jam kerja per hari X jumlah hari

Baca: Slip Gaji: Fungsi, Format, dan Contoh yang Perlu Anda Ketahui

Itulah penjelasan tentang cara hitung gaji prorata beserta pengertian dan waktu yang tepat untuk memberikannya. Rusdinono Consulting menyediakan payroll service profesional untuk memudahkan administrasi usaha anda, sehingga anda dapat fokus pada bisnis inti anda. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.


September 19, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-4.10.58-PM.jpeg

Ketika bekerja dengan bantuan karyawan, seseorang memiliki kewajiban untuk memberikan gaji. Pemberian gaji tentu tidak bisa sembarangan. Selain menyesuaikan dengan hal-hal seperti UMR, jabatan, dan kemampuan, juga perlu menyesuaikan dengan pendapatan dari usaha atau bisnis yang dibangun.

Pada jenis pekerjaan atau tempat tertentu, gaji karyawan dapat diberikan per jam. Bagaimanakah cara menghitung gaji per jam? Simak penjelasan di bawah ini!  

Pengertian Gaji 

Gaji adalah honor (biasanya berupa uang) yang diberikan kepada karyawan dengan kontrak tertentu sebagai pengganti hasil kerja atau jasa yang telah dilakukan. Gaji sering disamakan dengan upah, padahal kedua hal tersebut memiliki perbedaan.

Gaji umumnya akan diberikan secara reguler selama periode kerja. Sementara itu, upah adalah bayaran yang diberikan sesuai perjanjian tertentu. Upah biasanya tidak diberikan secara teratur atau menunggu pekerjaan diselesaikan oleh pihak yang akan menerima. 

Landasan Hukum yang Mengatur Gaji

Dalam pemberian gaji, penting juga untuk memerhatikan landasan hukumnya. Gaji karyawan ditentukan dalam UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Undang-undang ini menyebutkan bahwa besaran gaji pokok adalah minimal 75% dari upah total pegawai yang terdiri dari gaji bersih dan ditambah tunjangan tetap. 

Jenis-Jenis Gaji

Sebelum mengetahui cara menghitung gaji per jam, ketahuilah dulu pengelompokannya. Ada beberapa jenis sistem pengelompokan gaji, yaitu:

 

1. Gaji Berdasarkan Waktu

 

Sistem gaji ini adalah yang paling umum digunakan. Sesuai namanya, gaji akan diberikan kepada karyawan dalam kurun waktu tertentu. Gaji berdasarkan waktu bisa diberikan secara harian, mingguan, atau bulanan.

 

2. Gaji dari Satuan Hasil

 

Sistem gaji jenis ini diberikan dengan menyesuaikan hasil produksi barang dalam satuan tertentu seperti per potong, per box, per unit, dan sebagainya. Kadang kala, sistem gaji ini bisa membuat karyawan satu dengan yang lainnya mendapat nominal yang berbeda karena kemampuan menghasilkan barang yang berebda pula. 

 

3. Gaji Borongan

 

Gaji borongan adalah honor yang jumlahnya telah disepakati pihak karyawan dan yang mempekerjakan. Umumnya, gaji borongan akan diberikan pada waktu tertentu setelah sebuah proyek atau pekerjaan selesai. 

 

4. Gaji Berskala

 

Pada sistem gaji berskala, honor akan diberikan sesuai dengan hasil penjualan yang biasanya berubah-ubah. Bila penjualan meningkat atau besar, maka gaji yang didapat juga besar, dan berlaku juga sebaliknya. 

 

5. Gaji Bonus

 

Gaji bonus adalah bayaran tambahan yang diberikan karena berhasil menyelesaikan pekerjaan tertentu atau memiliki kinerja baik dalam waktu tertentu. Umumnya bonus diberikan sebagai motivasi agar karyawan lebih bersemangat dalam bekerja.  

Baca Juga: Ini 5 Komponen Gaji Karyawan yang Perlu Anda Ketahui

Cara Menghitung Gaji Per Jam

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, gaji per jam dihitung dengan menyesuaikan jam kerja yang biasa digunakan di Indonesia, yaitu 6 hari kerja dengan waktu 7 jam per hari (42 jam seminggu), atau 5 hari dengan waktu 8 jam per hari (40 jam seminggu).

Bila menggunakan asumsi 5 hari kerja dengan waktu 8 jam per hari, maka perhitungan gaji per jam yaitu:

Jam kerja setahun = jam kerja seminggu X jumlah minggu dalam setahun

= 40 jam  X 52 minggu = 2.080 jam

Jam kerja sebulan = jam kerja setahun : jumlah bulan dalam setahun

= 2.080 jam : 12 bulan = 173 jam

Gaji per jam = gaji sebulan : jam kerja sebulan (173 jam)

Itulah penjelasan mengenai cara menghitung gaji per jam beserta hal-hal yang berkaitan. Apabila anda tidak ingin repot dalam mengurus payroll untuk bisnis anda, kami menyediakan jasa payroll untuk anda, jasa kami meliputi implementasi penggajian, perhitungan hingga laporan penggajian. Hubungi kami di sini untuk informasi lebih lanjut.


September 16, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-3.55.03-PM.jpeg

Sebagian orang bisa saja memiliki minat besar untuk berbisnis hingga akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah bisnis atau perusahaan baru. Dengan alasan itulah seseorang akhirnya mendirikan startup

Startup adalah perusahaan yang masih berada dalam tahap pengembangan atau rintisan. Umumnya, sebuah perusahaan startup akan membutuhkan biaya besar dalam pengembangannya dan masih memiliki pendapatan kecil.

Berbagai Contoh Startup

Setelah mengetahui apa itu startup, selanjutnya perlu mengetahui berbagai contohnya. Di Indonesia, beberapa contoh startup adalah Gojek (layanan transportasi), Tokopedia (e-commerce), OVO (e-wallet), Alodokter (kesehatan), dan Full Harvest (kuliner).

Sementara itu, contoh startup dari luar negeri atau yang telah dikenal secara internasional yaitu Uber (layanan transportasi), Google (mesin pencari), Instagram (media sosial), dan Pandora (layanan streaming).  

Jenis-jenis Startup   

 

1. Lifestyle Startup

 

Startup jenis ini dibuat oleh mereka yang memiliki passion atau hobi tertentu. Umumnya, tujuan pengembangan bisnis ini adalah untuk kesenangan semata yang akhirnya bisa dijadikan sumber penghasilan sekaligus. 

 

2. Startup Bisnis Kecil

 

Startup jenis ini umumnya dibuat oleh mereka yang masih pemula dalam berbisnis. Dibanding startup pada umumnya, bisnis kecil akan cenderung menggunakan modal yang lebih kecil dan tentu memiliki risiko yang lebih kecil pula. Contoh dari startup bisnis kecil yaitu toko kue homemade, salon, atau toko kelontong. 

 

3. Startup Perusahaan Besar

 

Berkebalikan dari bisnis kecil, startup perusahaan besar biasanya dijalankan oleh orang-orang yang memiliki banyak pengalaman di bidang bisnis. Selain itu, startup jenis ini menyasar pasar dengan lingkup yang lebih besar dan lebih luas. 

 

4. Startup Berskala

 

Startup berskala umumnya dikembangkan oleh orang yang berpikir bisa mengubah dunia atau menciptakan sesuatu yang akan berguna bagi masyarakat. Umumnya bisnis jenis ini benar-benar terukur dan bisa diulang sehingga mampu menarik banyak investor. 

 

5. Startup Sosial

 

Sesuai namanya, startup sosial adalah bisnis yang didirikan dengan tujuan menyelesaikan berbagai isu sosial dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sudah ada startup Indonesia yang memiliki tujuan serupa, yaitu Biomagg Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan limbah organik.

Bagaimanakah Pendanaan Startup? 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, startup akan membutuhkan dana yang besar, apalagi jika yang dijalankan adalah bisnis berskala besar. Para pebisnis bisa memiliki beberapa sumber pendanaan startup, antara lain yaitu uang pribadi, uang dari orang terdekat (kerabat, teman, atau saudara), pemodal ventura (pemodal yang berani mengambil risiko tinggi karena melihat prospek bagus pada bisnis), investor malaikat atau angel investor, serta inkubator atau akselerator bisnis.

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Cara Kerjanya

Tips Sukses Mendirikan Startup 

Berikut beberapa tips agar bisa sukses mengembangkan startup:

  1. Buatlah bisnis sesuai hal-hal yang dikuasai atau disukai. Hal ini akan membantu dan mempermudah dalam riset hingga membuat model bisnis
  2. Lakukan riset mendalam seputar bisnis yang akan dikembangkan dan jangan pernah menutup diri untuk selalu belajar.
  3. Buatlah perencanaan yang matang, mulai dari jenis produk, supplier, hingga perhitungan biaya.
  4. Lakukan pendekatan dengan ahli di bidang bisnis yang dikembangkan lalu tentukan visi perusahaan sesuai saran dari mereka.
  5. Tetapkan struktur bisnis yang memuat manajemen pajak dan liabilitas perusahaan.
  6. Tetapkan strategi marketing terbaik agar produk bisa tersampaikan pada konsumen dan membuat mereka tertarik.
  7. Bangun relasi dengan berbagai pihak agar bisa menciptakan produk serta mengembangkan bisnis dengan baik.

Itulah penjelasan mengenai startup. Setelah mengetahui startup adalah perusahaan rintisan dengan berbagai hal yang berhubungan, apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ini?


September 14, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-3.46.50-PM.jpeg

Crowdfunding adalah salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan dana atau modal secara kolektif. Kamu bisa menggunakannya untuk membangun bisnis maupun mengembangkannya. Biasanya, dana yang diperoleh didapat dari kolega, investor, maupun pelanggan.

Crowdfunding sendiri memiliki beberapa metode. Namun untuk kali ini kita akan membahas dua di antaranya, yaitu Equity Crowdfunding dan Securities Crowdfunding. Berikut penjelasan masing-masing.

Apa itu Equity Crowdfunding?

Equity Crowdfunding (EC) merupakan metode pendanaan khusus bisnis mikro seperti startup dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Jika secara umum metode crowdfunding ialah dengan mengadakan penggalangan dana oleh sejumlah orang, EC ialah metode yang digunakan untuk mendorong masyarakat secara luas untuk memberikan dana yang nantinya masyarakat itu memiliki sejumlah saham.

Bagaimana Cara Kerja Equity Crowdfunding?

Ada 3 komponen yang harus ada pada metode EC, di antaranya ialah pemilik bisnis, platform online sebagai media yang digunakan penerbit dalam menawarkan proposal, dan investor. Berikut cara kerja EC yang perlu kamu ketahui;

  1. Membuat proposal. Proposal usaha yang sudah dibuat nantinya akan diserahkan atau dikirimkan ke platform yang memiliki layanan permodalan. Biasanya pihak platform akan memberikan informasi terkait standar proposal yang harus dimiliki.
  2. Pihak platform akan akan melakukan listing saham dengan mencatat dan mempromosikan bisnis yang ingin dipasarkan. Hal ini diharapkan bisa menarik perhatian para investor.
  3. Jika ada investor yang tertarik, kemungkinan mereka akan membeli sejumlah saham melalui platform tersebut.

Apa itu Securities Crowdfunding?

Sama seperti EC, Securuties Crowdfunding (SC) merupakan metode penggalangan dana yang dilakukan secara online untuk memberikan modal kepada UMKM. Meski terlihat sama, namun keduanya memiliki perbedaan.

EC bertujuan untuk memberikan modal kepada usaha mikro seperti UMKM dan startup untuk mencapai ekspansi yang lebih besar pada bisnis. Sedangkan SC jangkauannya bisa lebih luas dan memberikan penawaran lebih kepada investor. Selain itu, SC bisa menawarkan fasilitas pendanaan modal tidak hanya kepada perseroan terbatas (PT), tetapi juga bisa kepada CV maupun firma. Sedangkan EC hanya fokus kepafa perusahaan PT.

Baca Juga: Mengenal Funding Startup dan Cara Kerjanya

Kelebihan Metode EC dan SC Beserta Kekurangannya

Setiap metode tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan EC dan SC beserta kekurangannya.

1. Kelebihan dan kekurangan EC

Untuk skema EC tentu kamu akan mendapatkan banyak keuntungan di samping proses pendanaan yang cukup mudah, metode ini memiliki resiko yang cukup rendah karena pihak terkait dan platform yang digunakan harus terpercaya dan terdaftar dalam OJK. 

Meski begitu, EC memiliki kekurangan di mana ide dan gagasan yang kamu ajukan sangat mudah untuk ditiru. Hal ini dikarenakan informasi mengenai bisnismu dipaparkan secara terbuka. Ada baiknya jika kamu mendaftarkan bisnis ke HAKI.

2. Kelebihan dan Kekurangan SC

Kelebihan dari skema SC ialah tidak adanya agunan agar mendapatkan dana. Selain itu, akses untuk mengunjungi platform secara online juga cukup mudah diakses. Kekurangannya, pembukuan secara SC cukup rumit.

Itulah beberapa pembahasan mengenai crowdfunding, Equity Crowdfunding, dan Securities Crowdfunding. Semoga bermanfaat!


September 12, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-11-at-3.13.27-PM.jpeg

Kini perusahaan startup yang pada dasarnya menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi semakin banyak dan meluas. Bahkan banyak sekali lulusan kuliah yang tertarik untuk bekerja di sana. Ada yang beralasan perusahaan startup merupakan perusahaan yang cukup maju dan berkembang. Ada juga yang beranggapan perusahaan startup lebih mudah karena menggunakan kemajuan teknologi.

Salah satu perbedaan perusahaan startup dengan yang lain ialah pendanaannya yaitu dengan funding. Dalam dunia bisnis istilah funding bukanlah hal yang asing. Hampir setiap perusahaan startup melakukan funding untuk mengembangkan bisnisnya. Nah, buat kamu yang baru terjun ke dunia bisnis berikut akan dijelaskan sedikit mengenai apa itu funding bagi startup dan cara kerjanya. Yuk, kita simak!

Apa itu funding?

Singkatnya, funding adalah sebuah aktivitas penggalangan dana untuk perusahaan dengan cara mempresentasikan mengenai produk atau bisnis yang dijalankan kepada para calon investor. Para investor yang tertarik akan mendalaminya dan bersedia menanamkan saham pada perusahaan startup tersebut.

Startup funding atau pendanaan startup bisa digunakan untuk dana utama maupun dana tambahan pada sebuah proyek maupun program perusahaan. Sebisa mungkin, buat kamu yang ingin funding harus mempersiapkan presentasi yang menarik bagi investor yang tertarik dengan bidang yang sedang kamu geluti entah itu bisnis pangan, property, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Joint Venture, Jenis Kerja Sama Antar Perusahaan yang Menguntungkan

Level Pendanaan Startup : Series ABCD Funding

Perlu kamu ketahui bahwa pendanaan startup memiliki beberapa tingkatan meski pada dasarnya cukup mudah didapatkan. Berikut setiap tahapan proses pendanaan startup;

1. Pre-Seed Funding

Tingkatan ini merupakan pendanaan untuk awal mula dibangunnya perusahaan startup. Biasanya, sumber dana bisa diperoleh dari tabungan sendiri, saudara, maupun keluarga terdekat. Meski memungkinkan juga bisa didapat dari orang luar yang tertarik dengan kondep bisnis yang kamu miliki.

2. Seed Funding

Pada tahap ini cukup banyak perusahaan startup yang berhenti berjuang karena persaingan yang cukup ketat. Pendanaan pada tingkat ini biasanya pada perusahaan yang sudah berproses dan ingin berkembang. Kamu tentu perlu pintar-pintar dalam memasarkan produk yang kamu bawa agar banyak investor juga yang tertarik untuk memberikan modal tambahan.

3. Series ABCD Funding

Pada pendanaan startup lanjutan ada beberapa tahapan yang disebut dengan series ABCD funding. Pada tahapan series ini, tergantung dari kinerja yang telah dicapai sebuah perusahaan. Berikut penjelasan singkatnya;

  • Seri A : Pendanaan lanjutan yang bisa diperoleh perusahaan yang telah mencapai performa tertentu. Kamu perlu membuktikan bahwa produk yang dibawa layak untuk mendapatkan dana lanjutan.
  • Seri B : Biasanya, pendanaan ini khusus untuk perusahaan yang sudah memperoleh laba. Sebagian besar produk pun telah dimiliki sebagian besar konsumennya.
  • Seri C : Perusahaan yang mendapatkan pendanaan seri C biasanya yang sudah mencapai level bisnis yang sudah matang dengan performa yang selalu naik.
  • Seri D : Pendanaan ini biasanya untuk perusahaan yang sudah maju namun menawarkan produk baru yang ingin diangkat.

4. IPO (Innitial Public Offering)

Perusahaan yang telah mencapai tahap funding ini biasanya telah menawarkan saham bisnis tidak hanya ke beberapa investor, namun juga ke masyarakat luas. Nantinya masyarakat yang memiliki saham perusahaan berhak mendapatkan deviden setiap tahunnya.

Baca Juga: Penanaman Modal Asing: Tujuan, Syarat dan Prosedurnya

 

Itulah beberapa penjelasan mengenai funding. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan!


September 9, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-03-at-2.45.13-PM.jpeg

Dalam dunia bisnis, tidak hanya bagaimana cara sebuah produk yang kita bawa bisa laku keras di pasaran. Namun penting juga bagi kita untuk memiliki pencatatan keuangan yang baik dan rapi karena merupakan salah satu fundamental dalam sebuah bisnis. Salah satu pencatatan keuangan yang paling diandalkan dalam sebuah perusahaan ialah neraca lajur. Yuk simak seputar pencatatan keuangan satu ini!

Definisi Neraca Lajur

Neraca lajur adalah salah satu pencatatan keuangan yang cukup penting bagi perusahaan berbentuk kolom yang berisi semua data akuntansi. Pada dasarnya, ia bukan termasuk dari laporan keuangan. Namun pencatatan di dalamnya cukup mempermudah laporan keuangan yang ada. Dengan adanya pencatatan neraca ini, kamu bisa menyusun laporan keuangan dengan cukup mudah dan sistematis.

Manfaat Neraca Lajur

Selain memudahkan pencatatan keuangan, manfaat neraca lajur juga membantu dalam melihat potensi operasional perusahaan. Kamu akan mudah mengendalihan seberapa pengeluaran perusahaan sehingga tidak mudah bangkrut.

Neraca lajur juga memberikan informasi secara ringkas dan menggolongkan informasi neraca saldo yang sudah disusun. Hal itu sangat membantu dalam penyusunan laporan keuangan. Kamu juga bisa melihat ada tidaknya kesalahan dalam segala pencatatan.

Fungsi Neraca Lajur

Neraca lajur memiliki peran yang cukup penting dalam sebuah perusahaan. Berikut beberapa fungsi neraca lajur yang perlu diketahui;

1. Meringkas Data dan Membantu Pemeriksaan Data Ulang

Ada baiknya dalam setiap hal selalu ada pemeriksaan data ulang. Inilah salah satu peran neraca lajur dalam hal keuangan perusahaan. Akuntan perusahaan akan mengecek kembali data-data yang masuk melalui neraca lajur. Neraca lajur cukup membantu pemeriksaan lebih mudah karena ringkasnya data yang ada di dalamnya.

2. Mendukung Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan

Ternyata laporan keuangan bisa selesai lebih cepat dan tepat dengan menggunakan neraca lajur, karena isi dari neraca lajur sudah lengkap sesuai kebutuhan pada laporan keuangan. Untuk itu neraca lajur yang tepat sangat mendukung dalam proses penyusunan laporan keuangan.

3. Prosedur Laporan Keuangan

Adapun fungsi neraca ini sebagai indikator sebuah perusahaan sudah melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Jika pencatatan pada neraca baik, maka kredibilitas ikut membaik.

Baca Juga: Mengenal Neraca Keuangan dan Komponen yang Ada di Dalamnya

Cara Membuat Neraca Lajur

Adapun cara membuat neraca lajur yang perlu dilakukan sebagai berikut;

  1. Setelah menuliskan nama perusahaan, jenis neraca lajur, dan periode penyusunan, biasanya terdapat delapan kolom yang kemudian dibagi menjadi dua. Kedua kolom tersebut merupakan debit dan kredit.
  2. Pada tahap selanjutnya cukup sering terjadi kesalahan dan memerlukan ketelitian. Kamu harus mengisi kolom nama-nama akun dan saldo perkiraan dengan benar. Pastikan melakukan pemeriksaan kembali. 
  3. Memasukkan jurnal penyesuaian dan memasukkan data ke jurnal saldo.
  4. Memasukkan akun pendapatan maupun beban ke dalam kolom jurnal laba rugi.
  5. Setelah mengetahui dengan pasti jumlah saldo kredit maupun debit, kamu bisa menjumlahkan kolom laba rugi.

Itulah sedikit pembahasan mengenai neraca lajur. Pastikan semua data yang dimasukkan benar dan akurat. Semoga bermanfaat!


September 7, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-03-at-2.36.09-PM.jpeg

Jurnal khusus tentu bukan istilah asing di dunia akuntansi. Buat kamu yang memiliki usaha, jurnal ini memiliki beberapa manfaat untuk kegiatan operasional yang akan menunjang berjalannya perusahaan. Pada artikel ini kamu akan memahami sedikit mengenai definisi hingga fungsi dari jurnal ini. Berikut penjelasan singkatnya.

Definisi Jurnal Khusus

Jurnal khusus merupakan jurnal yang dibuat oleh seorang akuntan sesuai dengan jenis transaksi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam waktu tertentu. Jurnal ini memudahkan perusahaan-perusahaan besar dalam mencari sebuah transaksi tertentu. Jika semua catatan transaksi ditulis pada jurnal umum maka akan sulit untuk mencarinya dengan semua jumlah transaksi yang ada.

Jenis Jurnal Khusus

Jurnal khusus terbagi sesuai dengan jenis transaksi yang ada. Berikut beberapa jenis jurnal khusus yang perlu diketahui;

1. Jurnal Khusus Penjualan

Jika ingin mengetahui informasi mengenai transaksi penjualan secara detail, kamu bisa menemukannya pada jurnal penjualan. Di dalamnya terdapat beberapa keterangan seperti tanggal transaksi, nomor faktur, nama pelanggan, dan total penjualan. Biasanya, jurnal ini digunakan sebagai pencatatan piutang, sedangkan penjualan dalam bentuk tunai masuk ke dalam pencatatan kas. Tetapi prakteknya seringkali keduanya digabung dalam jurnal penjualan.

Baca Juga: Laporan Penjualan : Contoh dan Manfaatnya bagi Pengusaha

 

2. Jurnal Khusus Pembelian

Jika ada jurnal penjualan, tentu ada pula jurnal pembelian. Jurnal ini berfungsi untuk mencatat segala transaksi pembelian berupa barang maupun non barang secara kredit. Biasanya digunakan untuk transaksi pembelian dengan jumlah yang cukup tinggi. Nantinya jurnal ini akan di masukkan ke jurnal umum dengan lebih simple.

 

3. Jurnal Khusus Penerimaan Kas

Jurnal ini juga merupakan salah satu contoh jurnal khusus yang biasa dimiliki perusahaan dagang. Jurnal penerimaan kas berfungsi dalam pencatatan penjualan secara tunai. Adanya jurnal ini kamu bisa menemukan informasi mengenai tanggal transaksi, nama pelanggan, informasi mengenai penerimaan uang tunai, serta kolom debit dan kredit.

 

4. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas

Jika berurusan dengan pengeluaran kas perusahaan, jurnal ini menjadi kumpulan catatan mengenai hal itu. Biasanya yang dicatat dalam jurnal ini ialah retur penjualan, pembayaran hutang, pembelian secara tunai, dan pengeluaran-pengeluaran kas perusahaan lainnya.

Baca Juga: Manajemen Kas: Pengertian, Tujuan, Model, dan Contoh Kasus

Fungsi Jurnal Khusus

Pada dasarnya banyak fungsi jurnal khusus yang bisa kamu dapatkan, seperti mengurangi adanya kesalahan dalam perhitungan keuangan sebuah perusahaan, memberikan kemudahan dalam proses audit, dan mencegah terjadinya kecurangan di dalam perusahaan terutama mengenai keuangan atau aset perusahaan.

Selain fungsi di atas, jurnal ini juga berfungsi untuk mempermudah proses pemeriksaan secara berkala. Secara yang tertulis di dalamnya cukup ringkas tetapi cukup lengkap untuk memberikan informasi yang seringkali dibutuhkan. Nggak heran jika jurnal ini cukup penting dalam perusahaan yang memiliki transaksi cukup tinggi.

Itulah penjelasan singkat mengenai jurnal khusus yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan!


September 5, 2022
WhatsApp-Image-2022-09-03-at-2.23.03-PM.jpeg

Pentingnya rasio keuangan ada pada perannya sebagai penentu kebijakan. Setiap perusahaan memerlukan analisis rasio keuangan untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya agar terhindar dari kerugian dan tetap bertahan. Buat kamu yang memiliki sebuah perusahaan atau sedang membangun bisnis, kamu perlu tahu mengenai hal ini lebih detail.

 

Definisi Rasio Keuangan

Rasio keuangan merupakan sebuah indikator penilaian sebuah perusahaan mengalami perkembangan atau tidak, melalui metode analisa yang diambil dari laporan keuangan dalam masa tertentu. Biasanya, manajemen perusahaan memanfaatkan rasio ini untuk menentukan sebuah kebijakan tertentu agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

Macam-macam Rasio Keuangan 

Ternyata macam-macam rasio keuangan bisa kita ketahui dari jenis penggunaannya. Berikut penjelasan singkatnya;

1. Rasio Laba (Profitability Ratio)

Dengan rasio ini, kamu dapat mengetahui jumlah laba dalam periode tertentu sehingga tahu apa yang harus dipertahankan agar perusahaan tetap stabil.

2. Rasio Hutang (Solvency Ratio)

Dari sini kita bisa mengetahui secara jangka pendek maupun jangka panjang, seberapa besar kemampuan sebuah perusahaan dalam melunasi hutang yang dimiliki. Adanya rasio hutang akan membantu pertimbangan para investor dalam penanaman modal. Semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam melunasi hutang, maka semakin tinggi kepercayaan investor dalam menanamkan modal.

3. Rasio Hutang Jangka Pendek (Liquidity Ratio)

Salah satu ciri suatu perusahaan kurang sehat ialah banyaknya hutang. Padahal, setiap perusahaan memiliki kapasitas dalam melunasi hutang jangka pendek.

4. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas ini dimaksudkan untuk mengetahui efektif tidaknya aktiva sebuah perusahaan agar mendapatkan laba.

Baca Juga: Kinerja Keuangan Perusahaan: Cara Analisis, Indikator, & Faktor

Standar Rasio Keuangan Perusahaan yang Sehat

Setelah kita mengetahui sedikit mengenai apa itu rasio keuangan dana pa saja macamnya, lantas bagaimana kita mengetahui standar rasio keuangan perusahaan yang sehat atau kurang sehat? 

Nah, seperti penjelasan singkat di atas mengenai rasio hutang jangka pendek, bahwa salah satu ciri rasio keuangan yang kurang sehat ialah banyaknya hutang. Kamu bisa menggunakan perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Dikatakan perusahaan sehat apabila nilai aktiva lancar jauh lebih besar dibandingkan hutang lancar.

Selain itu, perusahaan yang sehat juga terlihat dari seberapa tinggi tingkat produktivitas dan profitabilitasnya. Hal itu akan menunjukkan sinergi keuangan sebuah perusahaan memiliki keefektifan, efisien, rendable, dan lain sebagainya seimbang. Itulah mengapa pengukuran dan evaluasi terhadap rasio keuangan sangat penting untuk mengendalikan dan memantau apakah perusahaan termasuk sehat atau tidak.

Itulah beberapa pembahasan mengenai rasio keuangan yang mungkin akan membantu kamu yang baru mendirikan sebuah perusahaan atau bisnis. Tentu pembahasan di atas baru sebagian kecil saja. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan ya!


Send this to a friend